Sabtu, 09 Januari 2010

Kesaksian yang Kontroversial



Sebenarnya apa sih yang bikin kedatangan Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen (Pol) Susno Duadji di sidang Antasari dipermasalahkan Polri sampai semua fasilitasnya dicabut? Bajunya saat bersaksi? Jabatannya? Status beliau yang diduga menerima 10 miliar dari aliran dana Century? Atau apanya? Sampai sampai densus 88 sowan ke rumahnya segala dini hari tadi.

Susno membuat kegegeran dengan hadir dan bersaksi untuk meringankan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam kesaksiannya, Susno buka-bukaan soal BAP Williardi Wizar, dan kasus Antasari. Secara berani beliau mengungkap adanya tekanan dalam pembuatan BAP Williardi Wizar. Yang berbuntut Susno terganjal dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik lantaran menjadi saksi bagi Antasari.

Memang serba salah. Kalau beliau tidak datang, nanti media malah memberitakan, “Kabareskrim mangkir”. Tentu tak enak didengar kan? Di media sudah dijelaskan kalau Susno sudah ijin dengan Kapolri. Lha ko malah masih masalah?

Padahal beliau sendiri mengaku menjadi saksi mewakili diri sendiri, Bersaksi atas apa yang diketahui. Dan semua terserah hakim mau menerima atau tidak. Tapi malah Susno disidangkan oleh Polri yang rencananya akan di akan dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani atau Irwasum Irjen Nanan Soekarna.

Kasus Antasari memang mengaitkan banyak pihak dan kepentingan. Saling berkorelasi dengan berbagai kasus yang sedang banyak disorot. Banyak yang berusaha menutupi cahaya yang bisa memberi titik terang atas masalah ini. Semoga keadilan bisa segera mengungkap siapa siapa yang menjadi dalangnya. Bisa mengembalikan hak hak yang telah dicabut. Serta menghukum siapa yang seharusnya. Semoga keadilan di Indonesia bisa benar - benar melawan impunitas dan memberi kebenaran ideal secara moral dan etika. Tidak pada ceremonial saja.


Sumber Foto:

http://www.jakartapress.com/demo/news/images/9243/Kapolri-Tantang-Pengacara-KPK-Lapor-SBY.jpg

Kamis, 07 Januari 2010

Tahun Ini Tuna Wisma Gratis Berobat ^-^

Kesehatan merupakan Hak tiap warga negara, dan kejutan di awal tahun ini adalah pemerintah mengeluarkan statement menjamin kesehatan Gelandangan dan Orang kurang beruntung lainnya gratis untuk tahun 2010. Tentu suatu kabar yang membuat sumringah banyak pihak. Hal ini disampaikan oleh bu Menteri Kesehatan sendiri, Endang Rahayu saat ikut rapat terbatas bidang kesejahteraan bersama Presiden di Istana hari ini.

Demi terselenggaranya niatan baik yang merupakan implementasi dan pelaksanaan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional, Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Departemen Sosial. Fungsi DepSos disini adalah mendata dan memberi surat keterangan kepada para gelandangan untuk mendapatkan Jamkesmas pada RS negeri maupun swasta yang tergabung. Di Indonesia sendiri sudah 50,3 persen yang termasuk Jamkesmas, Askes, dan Jamsostek.

Hebatnya lagi, pemerintah meluncurkan program BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) yang targetnya 8500 Puskesmas di seluruh Indonesia. Pertahunnya Puskesmas mendapat bantuan 10 juta. dan dari 8500 itu 300 diantaranya dapat 100 juta perbulan selama 2010 ini! Puskesmas ini tersebar di 7 Kabupaten di 7 Regional, Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua. Tentu saja mengapa Puskesmas ini "spesial" ada program tersendiri. Bisa dibayangkan berapa bear anggarannya. Lebih dari itu, bu Menteri juga ingin tiap Puskesmas memiliki perencanaan sehingga tahu masalah di daerahnya dan mensinergikan dana BOK dengan anggaran lain termasuk Pemda.

Puskesmas sendiri fungsinya bukan cuma berobat, namun agar bisa tanggap persoalan kesehatan di wilayahnya. Terlebih Puskesmas juga membantu masyarakat di lingkungannya paham akan arti penting kesehatan. Menjaga diri sendiri dan orang terdekat demi masyarakat sehat.

Semoga bantuan ini bisa terlaksana dengan baik. Dan kita juga bisa membantu mengawasi realisasinya. Agar bantuan tepat sasaran dan efektif. Jangan sampai uang negara cuma habis buat memfasilitasi petingginya saja. Hehehe.. Semoga juga bisa ada pengembangan program pensejahteraan yang lain. Sukses Bu Menteri! ^^,

Rabu, 06 Januari 2010

Ini Nih.. Tandingannya Gurita Cikeas ^^



Hari ini, tanggal 6 Januari 2010 buku Hanya Fitnah dan Cari Sensasi, George Revisi Buku karya Setiyardi Negara launching di Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Buku setebal 31 halaman ini dibagikan sebanyak 200 ekslemplar gratis untuk pengunjung. Dan seperti yang dilansir okezone.com yang menghadiri hanya kalangan wartawan dan masyarakat umum biasa. Tak nampak poitisi hadir disana. Bahkan George pun menolak hadir. Dengan alasan cooling down. Wah...
Walaupun penulisnya mengatakan buku ini bukan hasil serius karena dibuat hanya dalam dua hari, tapi isinya cukup kuat mematahkan berbagai argumen dari George di Gurita Cikeas. Saya dapat bocoran mengenai point penting dalam buku tandingan ini. Mulai dari logika George yang sim salabim. Kata orang Jawa “ujug-ujug”. Hihihi...

Coba kita cek...

Halaman 14-15

“... sebelum Bank Century diambil alih oleh LPS, Boedi Sampurna, seorang cucu pendiri Pabrik Rokok PT HM Sampoerna, Lim Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp1.895 miliar di bulan November 2008. Sedangkan simpanan Hartati Moerdaya sekitar Rp321 miliar. Keduanya sama-sama penyumbang logistik SBY dalam Pemilu lalu..”
Setiyardi menulis, darimana George tahu tentang uang simpanan Boedi Sampoerna dan Hartati Moerdaya di Bank Century? Tak jelas asal sumbernya. Dan seingat saya, Hartati Murdaya sudah mengklarifikasi tudingan atas dirinya yang disebut menyimpan dana Century.

Pada halaman 23

“Dwi Mingguan Explo dapat dijadikan indikator, sikap Partai Demokrat - dan barangkali juga, Ketua Dewan Pembinanya - terhadap Kebijakan Negara di Bidang ESDM. Misalnya, dalam pendirian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), yang nampaknya sangat dianjurkan oleh Redaksi Explo (c.q tulisan sdr. Noor Cholis ttg PLTN Muria)..."

Kata Setiyardi, tulisan ini jelas menggambarkan interpretasi sepihak dari penulis. Jika George bertindak cermat dalam menelaah referensi yang digunakan, tentu persepsinya tidak akan seperti itu.

Faktanya, tulisan Noor Cholis, alumnus Universitas Gajah Mada di Majalah Dwi Mingguan Explo merupakan paparan penelitiannya. Jadi tulisan itu bukanlah sikap dari Partai Demokrat. Apalagi jika dikaitkan sebagai sikap dari Presiden SBY, seperti yang tersirat dari interpretasi penulis. Sangat jauh panggang dari api.

Yang menarik adalah kritik Setiyardi terkait posisi Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam promosi Batik Allure pada halaman 56-57, di mana George menulis:

“... Adanya potensi konflik kepentingan antara Ny Ani Yudhoyono sebagai pembina yayasan itu, dan perusahaan batik baru yang telah mengorbitkan anak dan cucunya sebagai ikon, belum banyak disorot orang...”

Di sini, Setiyardi menyindir tajam seniornya di Majalah Tempo itu dengan mencatat:
Pernyataan ini sepenuhnya merupakan spekulasi si penulis belaka. Tidak ada sumber referensi yang akurat sebagai pendukung pernyataan tersebut, karena itu harus dikesampingkan.

Publik tahu, Allure Batik memulai suksesnya berawal dari sebuah garasi di Kawasan Simpruk, Jakarta. Modal awalnya Rp100 juta. Untuk sukses, pengusaha harus punya komitmen dan pantang putus asa. Satu lagi yang terpenting, positive thinking. Begitu Ade Kartika, Wakil Direktur sekaligus co-owner Allure Batik bercerita. Sementara nama Allure dipilih langsung oleh Lisa Mihardja yang diambil dari bahasa Prancis.

(okezone.com)

Namun kesamaan dari kedua buku ini adalah sama-sama menggunakan data sekunder. Yaitu kliping media. Prolognya pun sama menggunakan kutipan. Jika Gurita Cikeas mengutip pidato Presiden SBY saat memberi penjelasan tentang ketegangan KPK dan Polri, buku Setiyardi mengutip pendapat Metro TV yang melansir pemberitaan tentang launching buku George di Yogyakarta yang dianggap mencari sensasi.
Selain karena kedua penulis merupakan mantan wartawan Tempo, saya rasa memang buku ini sama sama memanfaatkan situasi politik untuk sensasi dan popularitas buku. Jika Gurita Cikeas terbit karena mengejar event Century, buku ini keluar ya karena polemik Gurita Cikeas. Kedua buku ini seperti menggunakan jurus yang sama. Yaitu main kutip sana sini lalu membangun opini. Link untuk download buku ini menyusul yah? Masih saya cari. ^^,
Lebih dari itu semua, saya berharap dengan adanya buku yang menjadi referensi lain atas Gurita Cikeas ini mampu memberikan wawasan baru bagi masyarakat Indonesia dalam menyikapi lebih bijak kasus yang ada. In the right track also. ^-^

Sabtu, 02 Januari 2010

Gus Dur wafat, NU (harus) tetap bergairah

Berita Gus Dur wafat menyisakan perih diberbagai lapisan masyarakat. Banyak yang kehilangan Bapak Bangsa dan tokoh yang kerap membela kaum minoritas ini. Termasuk saya dan keluarga.
Beliau merupakan petinggi NU dan pencalonan adik almarhum, Gus Sholah sebagai Ketum PBNU yang baru kabarnya mendapat persetujuan dari Gus Dur. Gus Sholah sendiri sudah menggalang dukungan hingga 15 ibukota. Sudah dipersiapkan rupanya. :)
Muktamar PBNU yang akan segera di gelar di Makassar akan mencari Ketua Umum PBNU yang baru menggantikan KH. Hasyim Muzadi. Calon yang kerap didengungkan selain Gus Sholah, ada Effendi Yusuf dan Said Agil Siradj.
Gus Sholah sendiri seingat saya pernah mencalonkan sebagai Cawapres bersama Wiranto di tahun 2004. Namun sayang tidak lolos putaran kedua. Lalu Effendi Yusuf mantan anggota DPR dari fraksi partai Golkar. Said Agil Siradj sendiri merupakan Ketua PBNU yang berpikiran terbuka. Semua calon cukup kuat dan hebat hebat. Muktamar nanti pasti akan seru. Hehehe..
Semangat pembaruan Gus Dur selalu hidup disini. Dan semoga NU mendapat pemimpin baru yang lebih moderat dan bisa membawa NU terus maju seiring arus globalisasi. Amin... ^^,

Rabu, 30 Desember 2009

Gurita Cikeas (ada pdfnyaa nii.. ^^, )


Buku Gurita Cikeas sedang jadi bahan perbincangan di media massa. Hampir tiap jam ada pembaharuan mengenai berita ini. Jujur saja, saya rasa semakin di banyak kontroversi, secara tidak langsung akan menjadi promosi bagi George Junus Aditjondro atas bukunya. Makin banyak yang tertarik untuk beli atau tahu bukunya.

Banyak komentar kalau pemerintah sebaiknya jangan menstop peredaran atau bahkan mengintimidasi. Ya memang HAM juga mengatur kebebasan berpendapat. Tapi tentu tetap menjaga etika agar isu etis tetap ada. Jangan asal nulis yang malah bikin polemik. Semoga aja yang ditulis bisa dipertanggung jawabkan.

Ada lagi saran pemerintah bikin buku tandingan. Lha ko malah jadi sesumbar? Bukannya pemerintah juga masih punya banyak pe er untuk dikerjakan? Lebih baik fokus saja dulu sama kasus yang lebih besar. Semoga pemerintah bisa lebih bijak lagi menyikapi suara rakyatnya ini.

Lalu gimana kita sebagai masyarakat menyikapi? Ini saya ada link buat download buku Gurita Cikeas. Dapat dari Sugeng’s Blog. Yah semoga bermanfaat dan bisa kita baca sama sama. Paling tidak jadi referensi kajian saat menyikapi beritanya di media. Happy reading ^^,

Selasa, 29 Desember 2009

pilih pilih kontak lens


aku minus sejak SMP. baru manut pake kacamata SMA. sampai sekarang masih pakai. jujur, cape makainya..
nglobi ibu buat ganti ke kontak lens, eh dimarahin.. katanya g sehat. bikin radang. padahal kan lucu kalo punya warna mata warnawarni. sukur sukur kaya kakashi ^^
tapi setelah tanya tanya.. kontak lens ada kekurangannya.. misal:

  • kurang nyaman dipakai

karena barang baru di mata jadi musti menyesuaikan. tapi lama kelamaan bisa terbiasa. kornea akan menyesuaikan. ini khusus buat yang bahan dasarnya air. lebih mahal sih. tapi, ada uang ada barang.

  • perlu penyesuaian lama

ya memang tergantung pribadinya. tapi tentu membuat mata terbiasa makan waktu juga. dari belajar memakai, merawat, hingga membiasakan mata.

  • butuh perawatan ekstra

mata yang memakai lensa kontak yang terlalu lama bisa membuat mata kekurangan oksigen. lalu selain itu kita harus telaten membersihkannya dan menaruhnya di tempat antikuman.

  • gampang hilang

karena barangnya kecil, kemungkinan hilang lebih tinggi. apalagi kalau yang menggunakan seperti aku yang pelupa. >.<

  • mahal

harganya 100ribu lebih buat yang tiga bulan. belum termasuk cairan pembersih. kalau merknya terkenal dan khusus untuk mata sensitif, bisa samapai sejuta. wuih....

sekarang tergantung orangnya juga mau pakai kacamata atau pindah lensa kontak. macem macem si jenisnya.. pokoknya sebelum beralih, konsul dulu sama dokter mata. jangan asal beli, pakai, bisa kompikasi tuh.. kaya noda di kornea, mata kering, infeksi, peradangan kelopak mata, dll. hhiyy... ngeri yaaa...

jadi mikir mikir lagi mau pakai lensa kontak. ada risiko di tiap tindakan. so, be wise folks ^^,

Rabu, 23 Desember 2009

change ur plastic bag ^^,


Tas kanvas.

Ringan. Terjangkau. Unik. Multifungsi.

Buat belanja, bisa. Buat jalan, hayuk.

Selain mengkampanyekan bahaya tas plastik, teman teman FootPrint juga membagikan tas kanvas yang ngga kalah performanya dibanding tas plastik. seminggu ini, saya udah nyoba pakai tas CYPB. Mulai dari mudik, beli cartridge printer, sampe hal sepele, naruh makanan. Hehehe...

Saya pulang ke Tegal hampir tiap minggu pake kereta. Tentu barang bawaan juga banyak. Dan syukurlah, tas CYPB amat membantu! Bisa muat wadah airminum, hape, dompet, koran, dan ngga perlu kuatir jahitannya lepas. Kuat juga di pake seselseselan di kreta. Salute J

Fungsi oke, tampilan juga ngga kalah. Di gerbong banyak yang curi pandang sama tas yang saya pakai. Penasaran sama tulisannya, atau tertarik sama gambarnya, ngga tau juga. Belum sempet saya tanyakan. Hehehe..

Semoga dengan saya pakai tas ini sesering mungkin, sedikit banyak ikut membantu teman teman FootPrint menyampaikan pesan, CHANGE YOUR PLASTIC BAG dan prefer ke barang yang lebih ramah lingkungan. ^^,